Sering kali kita berkata percaya kepada Tuhan, tetapi masih mengandalkan diri sendiri. Kita berdoa, namun belum mau menyerahkan hidup sepenuhnya. Bahkan seringkali kita masih berpegang pada hal-hal yang bisa menyakiti hati Tuhan. Namun dalam 2 Raja-raja 18:5 menceritakan seorang raja Hizkia yang di kenal sebagai orang benar-benar percaya total kepada Tuhan. Kepercayaan ini terlihat dalam kehidupannya, yang berusaha mempertahankan kepercayaannya kepada Tuhan sekalipun berada di lingkungan orang-orang yang hidup jauh dari Tuhan. Karena itu pada masa yang sulit, Hizkia tetap taat kepada Tuhan. Ia menghancurkan berhala dan menyingkirkan segala sesuatu yang menggantikan Tuhan dan menempatkan Tuhan sebagai pribadi yang layak untuk dipercaya dan di andalkan oleh semua orang.
Sering kali kita ingin pertolongan dari Tuhan, tetapi kita selalu menunjukan kehidupan yang jauh dari Tuhan dan tidak taat kepada perintah Tuhan bahkan kita selalu ingin diberkati, tetapi masih mempertahankan dosa dalam kehidupan kita. Hal-hal ini bisa menjadi penghambat bagi berkat dari Tuhan untuk kita.
Sebab itu sebagai orang percaya dari Hizkia kehidupan raja Hizkia secara pribadi kita belajar, bahwa taat adalah perintah Tuhan, dan taat itu adalah bukti kita percaya penuh kepada Tuhan. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Ini menunjukan bahwa orang benar-benar percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh tidak akan pernah di tinggalkan oleh Tuhan. Karena itu saat kita taat, kita sementara menunjukkan bahwa Tuhan memegang hidup kita.